Halaman

Semua Ini Tentang Ewi

Foto saya
Makassar, Makassar, Indonesia
Gadis dengan jilbab dikepalanya dan imajinasi tak terbatas di dalam pikirannya.

3th & 4th awards

Bismillah...
Jrenggg... jrengg jenggg!!!
Kali ini Ewi dapat award lagi..
Ini award ketiga yang ewi dapat. Menurut yang punya (si abang Kira) temanya itu “Merajut Cinta, Menebar Kasih Sayang“.
Makasih yah abang buat awardnya. Sering-sering aja bikin award, trus kasih ke Ewi. Heheheh :D
Dan masih ada lagi..
Ini award dari abang iif & neng Sari
Dan katanya saya harus ngasih awrd ini ke 15 orang bloger lain. Hmm,, sapa yah..? Perasaan akhir2 ini saya jarang blogwalking jadinya kurang tau nama temen2. Tapi daripada gak disebar, ya udah ewi acak ajayah nama blogernya :)
This is it:
1. Kancut Sobek
2. Cicitcuitrit
3. Om Yono
4. Rindi
6. Cici
7. Mimi
8. Deean
9. Mbak Anne
10. Miranti
11. Dila
12. Si Begeng
13. Cintul
14. Abid
15. Aska
Fiuuhh! Capek juga nyari bloger yang mau dikasih award. !5 nama booooo... ini banyak banget.. kan bingun mau pilih yang mana.
Ya sudah, buat para kriminala yang namanya ada diatas, silahkan diambil awardnya. Jangan lupa uang capeknya yah buat ewi. Hehehe :p
See u guys..

Doa dalam Kepepet

Bismillah...
Sepertinya akhir-akhir ini saya lebih sering menjadi pengamat di dunia blog dibanding membuat karya sendiri. saya sama sekali tidak berniat untuk berhenti menulis disini, TIDAK. Saya hanya sedang tidak mood saja, lebih senang menulis dalam karakter yang terbatas di twiiter maupun koprol. Lebih tertantang.
Lagipula tulisanku memang tidak terlalu menarik untuk dibaca. Masih banyak kesalahan disana sini, jadinya orang akan malas membacanya. Mungkin cuma saya yang menikmati alur tulisanku ini, karna memang cuma saya yang mengerti apa dan bagaimana sebenarnya maksudnya, iya kan?
Dear blogy...
Alhamdulillah sudah ada beberapa Mid yang kuselesaikan untuk minggu ini. Untuk mid hari ini, saya benar-benar terkesima dengan sebuah kekuatan doa.
Doa ku dan tentu mama yang kuminta mendoakanku beberapa saat sebelum berangkat ujian.
Semuanya memang kesalahan saya, malamnya saya belajarnya setengah-setengah, terlalu capek sampai akhirnya ketiduran. Menjelang shubuh baru terbangun lagi, cuma tersisa beberapa jam untuk mengulangi materi ujian sebanyak 4 Bab untuk setiap mata ujianku hari itu.
Blank. Benar-benar buntu. Shubuhnya semuanya kembali kupasrahkan kepada Sang Pemilik Ilmu, bagaimana nanti hasilnya cuma Dia yang tahu.
Beberapa saat menjelang soal dibagikan.. doa itu kembali terucap. Lebih khusyu dari sebelumnya, mungkin karna rasa takut, bimbang dan tidak tahu yang membuatku benar-benar pasrah. Berharap ujianku ini dimudahkan olehNya.
Dan....
hasilnya alhamdulillah.. Dia menjawabnya. Dia mengabulkan semua doaku pagi ini. Dari 25 nomor, saya hanya menyisakan 2 nomor saja untuk dikosongkan. Dan ujian selanjutnya, juga menyisakan 2 nomor yang tidak terjawab.
"The Power of KEPEPET"
Kau pernah merasakannya juga kah?
Selama kuliah 2 tahun disini, kejadian seperti ini mungkin sudah terulang beberapa kali, tapi baru sekarang saya benar-benar merasakan betapa Dia menjejalkan ilmuNya dikepalaku dalam waktu yang teramat singkat. Dia memang sangat sayang padaku, dan tentu saja pada kita semua.
Dear Allah...
Terimakasih untuk setiap bantuanMu hari ini, hari-hari sebelumnya dan hari-hariku yang akan datang. Meskipun saya ini tidak bisa dikatakan anak yang shalehah..tapi Engkau masih bermurah hati mengabulkan doa-doa hamba.
terimakasih Tuhan.
Entah bagaimana nasib hamba jikasaja Engkau tidak ikut campur...
salam sayang untukmu Allah.. xoxoxo

2nd award

Bismillah...
Alhamdulillah, untuk kedua kalinya dapat award. Wihh.. sumpah,, awardnya lucu. Yang ngasih juga lucu, masalah blog,, jangan ditanya, blognya pas dibuka yang muncul si Spongebob ma Patrick.
Makasih yang buat Marda yang udah berbaik hati ngasih award ini. Katanya sih ini award buat follower dia yang baiiiiiiiikk hati. Ah pantes aja ewi bisa dapet,, tau aja tuh sih Marda kalo ewi ini baik hati & kagak sombong.
Kalian yang baca postingan ini, jalan-jalan yah ke blognya dia. sapa tau aja dapat award seperti Ewi. Xixixixix..
Nih awardnya:

Semoga menjadi catatan terakhir tentangnya

Bismillah..
Hattchhinggg...hattchhingggggg....! *Alhamdulillah*
Cuaca di Makassar benar-benar labil sekarang. Dikit-dikit hujan, dikit-dikit terik. Dan parahnya lagi, kalo lagi hujan, biasanya hujannya bakal deras banget terus tiba-tiba hilang. Ih aneh banget deh. Ditempat kalian kayak gitu juga yah cuacanya? Atau cuma di Makassar doank?

Postingan kali ini semoga menjadi postingan terakhir tentangnya.
Sosok yang selama berbulan-bulan memenuhi hampir semua status jejaring sosialku. Sosok yang benar-benar mampu membuatku luluh. Dan dia telah berhasil membuatku merasakan penyesalan yang begitu dalam.
Tapi ternyata malam kemarin, semua anggapanku tentangnya SALAH BESAR!
Dia tidak seperti yang kukira. Benar kata teman-temanku, tidak seharusnya saya merasa bersalah padanya. Hampir 4 bulan saya terus saja bertanya dan mengira-ngira dimana letak kesalahanku. Untuk 4 bulan saya masih saja menangisi keputusanku karna pergi dari sisinya.
Dan kemarin, Allah menjawab semua kesabaranku. Allah sendiri yang memberikan jawaban untuk semua pertanyaanku. Sebuah kebenaran yang menyilaukan.
Kenapa malam itu ia tiba-tiba menghilang selama berhari-hari, dan anehnya keputusanku untuk meninggalkannya ia terima begitu saja. Semuanya terjawab sudah. Kesalahan yang tidak mungkin saya publikasikan disini, kesalahan yang membuat dia benar-benar pergi dariku. Oh Tuhan, dia bahkan tidak pernah berkata selamat tinggal padaku.
Mungkin inilah jalan yang telah Allah tentukan untuk saya. Allah ingin memberikan saya sebuah pelajaran berharga yang tidak bisa lagi saya tukar dengan aapapun. Allah ingin saya menjadi hambaNya yang kuat.
Terimakasih Ya Allah... Engkau selalu saja mempunyai cara untuk menyadarkan hambaMu yang tengin ini. Terimakasih, karna dibalik semua sikapku yang terkadang melupakanMU, Engkau masih mengingatku. Memelukku dalam kehangatanMU. Beruntunglah mereka yang bisa mengerti dengan caraMu memeluk mereka.
Oke. Cukup tentang Cemmo. Saya sudah bertekad untuk bersikap biasa tehadapnya, dan tidak lagi menyimpan harapan-harapan kosong untuknya. Sayang? Yah. saya masih begitu sayang dengannya. Bagaimanapun juga, sebesar apapun kesalahannya, dia tetap Cemmo yang sangat kusayangi. Tapi mungkin sekarang akan berbeda saja perspsi sayang untuknya.
Saya akan kembali menjadi 'Dewi'. Menjadi sinar yang dulu menerangi sekelilingku. Saya ingin kembali ke adik-adik binaanku yang dulu sempat saya abaikan karna menghindari sosoknya.
i have to move on. Berhenti terkunkung oleh satu sosok. Berhenti berputar-putar disekelilingnya.
Sesederhana itu dia, dengan semua itu bahkan sudah lebih dari cukup untuk membuatku luluh

Tentang Masa Lalu

Bismillah...
"I always knew looking back on the tears would make me laugh, but i never knew looking back on the laught would make me cry" -Tumbler-
Saya masih terperangkap dalam beberapa kenangan. Salah satu tentangnya, dia yang datang beberapa tahun silam.
Tapi sekarang hatinya tidak disini, Ia sudah menemukan rumah baru untuk hatinya.
Rumah yang nyaman tentunya, rumah yang penuh dengan cinta, tidak seperti yang ada padaku. Disana dia menemukan kesejukan yang tidak ia temukan padaku.

Selama beberapa bulan, saya sempat melupakannya. Sampai akhirnya saya membuka diary lama dan menemukan namanya disana, nama yang sengaja kuberi berbagai macam warna-to show my felling about him-. Di bulan-bulan selanjutnya, dia membuatku marah besar. Benar-benar marah. Tidak pernah saya semarah itu padanya semenjak kami putus. Dia berbohong. Sudah saya katakan berulang kali padanya bahwa saya akan ikhlas dengan semua perkembangan darinya, tapi tetap saja dia tidak mau mengakui bahwa dia telah berdua. Apa maksudnya itu?
Kamu pikir dengan berbohong seperti itu akan membuat hatiku tenang? Dengan siapapun kamu sekarang saya tidak perduli, saya cuma mau kau mengakui keberadaan gads itu. That's it.
Semenjak itu, saya memblokir semua jejaring sosial yang terhubung dengannya. Saya terlalu marah sampai tidak mau tahu lagi apa alasannya.
Belakangan ini, saya kembali mencari tahu tentangnya. Ternyata semarah apapun saya padanya, waktu masih menjadi obat yang ampuh untuk meredam kemarahanku. Setelah beberapa hari mencari, untunglah namanya masih ada disana. Disalah satu jejaring sosial tempatku bermain. Dan kau tahu, saya menemukan ini:
Kau telah berjalan jauh dariku, terlalu jauh untuk kugapai kembali. Tak apalah, karna kau memang telah menjadi satu dari sekian besar kenangan dimasa indah.

Kata Maaf Terakhir

Bismillah...
Apa kabar blogku sayang? Maaf yah, kamu udah ewi tinggalin laaamaaa banget. Tenang aja blogi, ewi gak selingkuh kok, cuma 'pensiun' sementara dari dunia maya.
Buat temen2 yang udah baca postingan sebelum ini, ewi bener2 minta maaf. Ewi kata-katanya kasar, ewi bahkan sampe make kata 'sampah'. Maaf.
Keadaan sepertinya sempat membuatku menjadi kasar, menjadi peringai yang dibenci orang-orang. Adasih beberapa yang menganggapnya biasa, tapi lebih banyak yang dengan terus terang mengatakan tidak suka dengan perubahanku. Waktu itu kupikir cuma ingin menjadi sosok yang lain saja, sosok yang tidak terlihat lemah, tapi entah kenapa justru membuatku terlihat kasar dan tidak sopan. Maaf.
Oiya, selain karna faktor batin yang masih lemah, modem juga jadi penghambat kenapa ewi jadi jarang muncul di dunia maya. Kartunya lagi sakit, kata kak Accul harus diganti. Ewi berharap banget pesanan kartu baru bisa cepat datang, jadi ewi gak perlu lagi repot-repot buat ke warkop kayak sekarang ini.

Hmm,, ini ada tulisan yang ewi buat beberapa hari yang lalu, semoga kamu dan kamu membaca ini, dan semoga masih ada maaf yang tersimpan untukku.

21 Maret 2011

Malam ini semuanya berubah. Tidak ada lagi kepura-puraan antara kami. Tidak ada lagi kata “sayang” murahan dari bibirku untuknya. Cepat atau lambat dia memang harus tahu kenyataan itu, dan akujuga tak bisa lagi menahan semuanya sendirian.
“Sejak dulu sampai detik ini, tak pernah ada perasaan sayang untukmu” kalimat itu sempurna menghiasi pesan singkatku padanya. Entahlah, 3 karakter yang kukirim 2 kali itu mungkin tidak bisa lagi dikatakan singkat.
Hari ini, meskipun kumulai dengan sesuatu yang menyakitkan, tapi ada rasa lega disana. Beban yang sekian lama itu terangkat juga dari hatiku, meskipun harus kutukar dengan kepahitan kala membaca statusnya “pembohong” itulah kata yang tertangkap olehku. Ya. Aku memang sengaja menyembunyikan semua kebenaran tentang kak ian, karna kupikir tidak ada gunanya lagi membicarakan sosoknya denganmu. Tapi aku salah, kamu masih bisa merasakan hadirnya dihatiku. Tidak sedikit tulisanku tentangnya yang membuatmu cemburu. Tidak sekali kau mendapati kata “cemmo” terhias dari salah satu kalimat rinduku. Salahku. Semuanya salahku. Aku akan mengerti jika kamu memutuskan untuk membenciku dan tidak mau lagi melihatku. Semuanya pantas untukku. Maafkan aku.
Kau tahu hal yang kubenci dari kalian, adalah karna kalian memiliki nama yang sama dan karater yang juga hampir sama. Aku benci memanggil namamu, karna dalam hatiku yang terbayang adalah wajah dari masa lalu. Masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan. Indah karna dia yang selalu membuatku  merasa menjadi anak kecil, dan menyakitkan kala kuingat lagi keputusanku untuk mengakhiri hubungan dengannya, yang justru ternyata membuat sejuta penyesalan timbul diakhirnya.
Salahku karna menghadirkanmu dalam kisah kami berdua. Salahku karna menjadikanmu obat lupa ingatanku. Salahku karna tidak menceritakan siapa sebenarnya kaki ian bagiku. Dan salahku lagi karna membiarkan kalian berdua berada dalam satu atmosfer denganku. Satu komunitas dan satu tujuan. Semuanya salahku.
Jika dulu ada yang menyebutku ‘troble maker’ kurasa sekarang aku layak menyandang gelar “heart breaker’.  Entah bagaimana perasaanmu saat tahu kebenaran ini. Mungkinkah kau merasakan sakit itu? Jika iya, maafkan aku dan jika tidak, syukurlah, artinya aku memilih waktu yang tepat untuk membicarakan denganmu. Saat kutahu telah ada wanita lain yang menjadi pengganti tempatku dulu.
Sekarang semuanya berubah bukan, kau dengan hidupmu, dia dengan hidupnya dan aku dengan kehampaanku. Dua orang yang pernah mengaku sayang padaku kubiarkan pergi begitu saja. Berusaha mencegah? Ya, aku pernah melakukannya, berkali-kali malah. Tapi sekarang kurasa semuanya percuma. Aku tidak pernah benar-benar berada dalam hati kalian, jadi tidak usalah aku bersusah payah mencari keberadaanku disana-dihati kalian-.
Oiya, kemarin sempat kubaca statusmu iyank, kau mengatakan “Seandainya bisa kuhapus air matamu”  Ahh.. kau tidak pernah mengatakannya padaku. Selama ini kau hanya berkata padaku “tidak sekalipun kudengar keluhanmu sayang, kenapa?” Saat itu hanya kujawab sepintas saja “karna tidak ada yang perlu dikeluhakan”. Sekarang aku mengerti, hakikatnya seorang lelaki ingin menjadi pelindung bagi kekasihnya. Seolah-olah menjadi pangeran penolong bagi Sang putri yang lemah. Tapi aku tidak pernah sekalipun memberimu kesempatan untuk menjadi pangeranku. Aku selalu menjadi wanita yang tegar untukmu. Dan mungkin saja kau merasakan bahwa aku tidak lagi membutuhkan kehadiranmu, toh ternyata aku bisa melakukannya sendiri. Itukah yang ada dipikiranmu? Jika ya, kau salah besar! Jangan lihat aku dengan mata kepalamu, lihatlah dengan mata hatimu. Kau akan tahu siapa sebenarnya gadis yang menjadi kekasihmu selama ini. Benar yang kau bilang “kau penuh dengan kepura-puraan”. Berpura-pura sayang. Berpura-pura tegar, dan parahnya lagi berpura-pura tidak ada kejadian menyakitkan di masa lalu.
Kurasa tidak ada gunanya kujelaskan semuanya lagi, kau tak lagi ingin mendengarku bukan? Ini bukan masalah yang ingin kau urusi lagi. Semoga kelak kau mengerti, tanpa perlu aku untuk menjelaskannya padamu. Yah semoga.