Halaman

Semua Ini Tentang Ewi

Foto saya
Makassar, Makassar, Indonesia
Gadis dengan jilbab dikepalanya dan imajinasi tak terbatas di dalam pikirannya.
Tampilkan postingan dengan label Bad Story Bad Memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bad Story Bad Memory. Tampilkan semua postingan

Kata Maaf Terakhir

Bismillah...
Apa kabar blogku sayang? Maaf yah, kamu udah ewi tinggalin laaamaaa banget. Tenang aja blogi, ewi gak selingkuh kok, cuma 'pensiun' sementara dari dunia maya.
Buat temen2 yang udah baca postingan sebelum ini, ewi bener2 minta maaf. Ewi kata-katanya kasar, ewi bahkan sampe make kata 'sampah'. Maaf.
Keadaan sepertinya sempat membuatku menjadi kasar, menjadi peringai yang dibenci orang-orang. Adasih beberapa yang menganggapnya biasa, tapi lebih banyak yang dengan terus terang mengatakan tidak suka dengan perubahanku. Waktu itu kupikir cuma ingin menjadi sosok yang lain saja, sosok yang tidak terlihat lemah, tapi entah kenapa justru membuatku terlihat kasar dan tidak sopan. Maaf.
Oiya, selain karna faktor batin yang masih lemah, modem juga jadi penghambat kenapa ewi jadi jarang muncul di dunia maya. Kartunya lagi sakit, kata kak Accul harus diganti. Ewi berharap banget pesanan kartu baru bisa cepat datang, jadi ewi gak perlu lagi repot-repot buat ke warkop kayak sekarang ini.

Hmm,, ini ada tulisan yang ewi buat beberapa hari yang lalu, semoga kamu dan kamu membaca ini, dan semoga masih ada maaf yang tersimpan untukku.

21 Maret 2011

Malam ini semuanya berubah. Tidak ada lagi kepura-puraan antara kami. Tidak ada lagi kata “sayang” murahan dari bibirku untuknya. Cepat atau lambat dia memang harus tahu kenyataan itu, dan akujuga tak bisa lagi menahan semuanya sendirian.
“Sejak dulu sampai detik ini, tak pernah ada perasaan sayang untukmu” kalimat itu sempurna menghiasi pesan singkatku padanya. Entahlah, 3 karakter yang kukirim 2 kali itu mungkin tidak bisa lagi dikatakan singkat.
Hari ini, meskipun kumulai dengan sesuatu yang menyakitkan, tapi ada rasa lega disana. Beban yang sekian lama itu terangkat juga dari hatiku, meskipun harus kutukar dengan kepahitan kala membaca statusnya “pembohong” itulah kata yang tertangkap olehku. Ya. Aku memang sengaja menyembunyikan semua kebenaran tentang kak ian, karna kupikir tidak ada gunanya lagi membicarakan sosoknya denganmu. Tapi aku salah, kamu masih bisa merasakan hadirnya dihatiku. Tidak sedikit tulisanku tentangnya yang membuatmu cemburu. Tidak sekali kau mendapati kata “cemmo” terhias dari salah satu kalimat rinduku. Salahku. Semuanya salahku. Aku akan mengerti jika kamu memutuskan untuk membenciku dan tidak mau lagi melihatku. Semuanya pantas untukku. Maafkan aku.
Kau tahu hal yang kubenci dari kalian, adalah karna kalian memiliki nama yang sama dan karater yang juga hampir sama. Aku benci memanggil namamu, karna dalam hatiku yang terbayang adalah wajah dari masa lalu. Masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan. Indah karna dia yang selalu membuatku  merasa menjadi anak kecil, dan menyakitkan kala kuingat lagi keputusanku untuk mengakhiri hubungan dengannya, yang justru ternyata membuat sejuta penyesalan timbul diakhirnya.
Salahku karna menghadirkanmu dalam kisah kami berdua. Salahku karna menjadikanmu obat lupa ingatanku. Salahku karna tidak menceritakan siapa sebenarnya kaki ian bagiku. Dan salahku lagi karna membiarkan kalian berdua berada dalam satu atmosfer denganku. Satu komunitas dan satu tujuan. Semuanya salahku.
Jika dulu ada yang menyebutku ‘troble maker’ kurasa sekarang aku layak menyandang gelar “heart breaker’.  Entah bagaimana perasaanmu saat tahu kebenaran ini. Mungkinkah kau merasakan sakit itu? Jika iya, maafkan aku dan jika tidak, syukurlah, artinya aku memilih waktu yang tepat untuk membicarakan denganmu. Saat kutahu telah ada wanita lain yang menjadi pengganti tempatku dulu.
Sekarang semuanya berubah bukan, kau dengan hidupmu, dia dengan hidupnya dan aku dengan kehampaanku. Dua orang yang pernah mengaku sayang padaku kubiarkan pergi begitu saja. Berusaha mencegah? Ya, aku pernah melakukannya, berkali-kali malah. Tapi sekarang kurasa semuanya percuma. Aku tidak pernah benar-benar berada dalam hati kalian, jadi tidak usalah aku bersusah payah mencari keberadaanku disana-dihati kalian-.
Oiya, kemarin sempat kubaca statusmu iyank, kau mengatakan “Seandainya bisa kuhapus air matamu”  Ahh.. kau tidak pernah mengatakannya padaku. Selama ini kau hanya berkata padaku “tidak sekalipun kudengar keluhanmu sayang, kenapa?” Saat itu hanya kujawab sepintas saja “karna tidak ada yang perlu dikeluhakan”. Sekarang aku mengerti, hakikatnya seorang lelaki ingin menjadi pelindung bagi kekasihnya. Seolah-olah menjadi pangeran penolong bagi Sang putri yang lemah. Tapi aku tidak pernah sekalipun memberimu kesempatan untuk menjadi pangeranku. Aku selalu menjadi wanita yang tegar untukmu. Dan mungkin saja kau merasakan bahwa aku tidak lagi membutuhkan kehadiranmu, toh ternyata aku bisa melakukannya sendiri. Itukah yang ada dipikiranmu? Jika ya, kau salah besar! Jangan lihat aku dengan mata kepalamu, lihatlah dengan mata hatimu. Kau akan tahu siapa sebenarnya gadis yang menjadi kekasihmu selama ini. Benar yang kau bilang “kau penuh dengan kepura-puraan”. Berpura-pura sayang. Berpura-pura tegar, dan parahnya lagi berpura-pura tidak ada kejadian menyakitkan di masa lalu.
Kurasa tidak ada gunanya kujelaskan semuanya lagi, kau tak lagi ingin mendengarku bukan? Ini bukan masalah yang ingin kau urusi lagi. Semoga kelak kau mengerti, tanpa perlu aku untuk menjelaskannya padamu. Yah semoga.

Gak penting buat dibaca

Bismillah....
Sebenarnya akhir2 ini rada males buka rumahku yang satu ini, terlalu banyak kenangan tentang Cemmo disini..
Padahal ewi lagi gencar2nya supaya sebisa mungkin gak inget dia, tapi ternyata.... gak semudah itu buat lupain dia.
Kemaren semat ketemu dia. berhubung kami ini berada dalam 1 komunitas, so.. mau gak mau, hampir tiap pekannya ketemu. Ewi sih prinsipnya, jangan sampai masalah pribadi, mengganggu masalah organisasi 
Gampang banget ngomongnya, tapi susah ngewujudkannya
Aku ma dia berasa jadi orang lain. Dulu sih emang kayak gitu, jarang ngobrol bareng kalo gak penting2 amat, tapi sekarang, malah jadi jaaaaaaarang banget ngomong ma dia.
http://www.smileycodes.info Seharusnya gak gini, tapi sumpah deh susah banget buat bersikap seolah semuanya baik2 aja. Perasaan cemburu juga malah semakin besar. Contohnya... waktu dia deket ma salah seorang cewek disana, rasanya jadi makin aneh aja nih hati, apalagi dia tuh gak ngasih alasan yang jelas pas putus, makanya muncul deh pikiran2 gak disana sini.. "mungkin karna cewek laen dia ninggalin ewi" atoo "apa ini cewek yang dia suka" "ooohh ini tohh cewek yang buat dia berpaling dari ewi" http://www.smileycodes.info 
Huaaa,,, jadi makin kemana-mana kan pikirannya.
Cemmo... kenapa sih mesti temenan ma  kamu, kalo kita bisa jadi yang lebih baik.
Cemmo.. Ewi banyak salah yah ma kamu? Ewi sering nyakitin perasaan kamu yah??
Cemmo.. cemmo.. kenapa sih tega amat ma ewi http://www.smileycodes.info

________
 Ini cuma salah satu dari sekian ribu uneg2 Ewi tentang kamu Cemmo

Ohh hatiku yang kusayang, bisa gak sih tutup semua hal yang bisa ingetin aku ma dia, ato gini aja, bisa gak sihh nurutin kata si Cemmo "biarin aja semua kayak gini Wi', biarkan semuanya ngalir kayak air"
 Wooootttt.... Gampang banget ngomongnya. Kamu mungkin gak sayang beneran ma Ewi, makanya gampang buat kamu. Jadi inget lagunya SO7_Mudah Saja
 Kau harus bisa seperti aku
yang sudah biarlah sudah
Mudah saja bagimu,
mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku 
...
Mudah saja bagimu
mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku
...
Ngena' banget nih lagu. 
Kk Cemmo itu bisa buat aku gak konsisten ma kata2ku sendiri, dia bisa buat aku merasa beda, merasa enjoy kalo deket dia. Gak tau kenapa, kalo deket dia, semuanya terasa tentram. 
Hufft.. sayang banget, hubungan ini berakhir terlalu cepat. Padahal aku pengen banget dia jadi yang terakhir buat Ewi. Tapi ternyata nasib berkata lain. Dia lebih memilih untuk pergi. salah di Ewi juga sih,, terlalu sering buat dia kesel, Ewi gak ngerti gimana nyapaiin maksud hati. Maafin Ewi kak.. Maaf..Semoga kk mendapatkan pengganti yang bisa buat kk merasa nyaman. Amin.

Tak ada sesal untukmu

Bismillah...
Semua yang pernah terjalin indah
antara kita
berakhir sudah
terlalu cepat begitu saja
saat kau berpaling dariku kau tinggalkan kau hancurkan
hatiku merasa
bukan hari ini harusnya kau kembali
terlalu lama engkau menyadari
karna hari ini
tak akan ada lagi tersisa penyesalan dalam hatiku
selamanya

maafkan aku tak sanggup lupakan semua khilafmu
mungkin ini yang terbaik untuk kita 
menerima kenyataan yang ada
(Coklat_Bukan Hari Ini)
_____________
 Masa lalu itu kembali datang,
Dia yang sama sekali ingin kuhapus dari ingatanku kembali hadir diingatanku.
Tidak seharusnya kulihat Ia di beranda facebookku tadi.
Ahh.. lelaki itu kembali.
 Semalam,
Kalau tidak salah, aku memang sempat memimpikannya, dan saat terbangun aku benar-benar melihatnya.
 Aku benar-benar ingin melupakannya, dan kenapa disaat seperti ini dia kembali mengusik pikiranku..??
Aku dan Ani tadi sempat membicarakan sosoknya, tepatnya kenapa dia bisa tiba-tiba muncul disana.

"Dia merasa bersalah kepadamu"

......

 Aku tidak tahu harus berkata apa saat Ani mengatakannya

"Dia bilang, dia masih menyimpan perasaan khusus untukmu"

Ahh masa bodoh dengan perasaannya.
Kenapa baru sekarang kau merasa bersalah? Kenapa saat aku sudah terbiasa tanpamu, tiba-tiba kamu datang kembali?
Kenapa tidak dari dulu saja kau datang ?
Kenapa?!!!!??

Aku terkadang masih tidak mengerti dengan kelakuanmu,
jika sekarang kau memang merasa bersalah padaku,
kenapa tidak meminta maaf lansung??
Aku tidak akan mencaci mu,
Aku juga tidak akan menyinggung tentang masa lalu kita.

Semuanya sudah terlambat CG.
Terlambat untuk memulai kisah kita yang dulu.
Meskipun maaf itu selalu ada untukmu, tapi aku masih tidak bisa melupakan sakit yang kau berikan.

Tapi aku juga tidak bisa terus-terusan menyimpan benci ini untukmu,
bagaimanapun juga kau pernah menjadi bagian terindah untukku.

Kau pernah menjadi sahabatku selama 3 tahun,
Kau pernah menjadi kekasih selama beberapa minggu,
Dan kau pernah menorehkan luka yang tak bisa kutemukan penawarnya hingga saat ini.

Ahh...
Jika saja kau tak kembali,
mungkin sekarang hariku akan baik-baik saja,
mungkin aku masih bisa tersenyum lepas,
tapi.. semua tidak sejalan dengan dugaanku.

Kenapa baru sekarang kau menyadarinya??
Kemana saja kau selama ini?

Aku tidak suka ini

Menjengkelkan sekali...!!!
You know what,
Aku paling gak suka perasaan was-was, khawatir, atau apapun namanya.

Tadi,
saat kubuka mataku,
aku teringat padamu, dan saat kulihat handphoneq, namamu tak muncul disana.
Argghhh..
knapa kau tak mengabariku sepanjang malam kemarin?
Aku takut tau!
Takut kau hanya bermain-main padaku, dan parahnya lagi aku takut kau melupakanku.

Aku juga khawatir padamu kak,
khawatir jika kau kenapa-kenapa disana. Tolong jangan membuatku seperti ini.Aku tidak suka uring-uringan kala memikirkanmu.
Aku ingin selalu mengetahui kabarmu disana, sedang apa dirimu dan apa kau juga memikirkanku.
Tapi kamu tahukan, aku terlalu meninggikan gengsiku sendiri untuk menghubungimu terlebih dahulu.
Aku tidak ingin menjadi gadis murahan didepanmu. Dan aku juga tidak ingin terlihat seperti gadis-gadis lain yang mengejarmu.

Hufft...
Rasanya SANGAT TIDAK MENYENANGKAN jika harus selalu seperti ini.
Hampir tiap menit kulihat handphoneku hanya untuk memastikan apakah kau menghubungiku atau tidak.
Dan nyatanya memang tidak ada.

Ahh.. jika bukan karna rasa rinduku yang tak bisa lagi kubendung,
mungkin malam ini aku tidak akan menghubungimu.

NB: jika kau membacanya, kumohon, berjanjilah ini yang terakhir kali kau membuatku hampir gila seperti ini.

Aku kau dan T

Bismillah
Kusering menatap awan,
andai kubisa jadi burung
bisa hinggap dimana saja
setiap saat bisa melihat kau dengannya
GETIR

-Agnes Monica-  


Sebut saja dia T. Gadis manis yang kutemui di dunia maya. Perkenalan kami tidak lain karna seorang lelaki. Uno a.k.a Sadam. Semua ini berawal dari kecemburuanku dengan mereka yang selalu saja bersikap romantis. Padahal status Sadam saat itu sedang "bersamaku".
Rasanya ingin marah, tapi aku tak punya hak untuk itu, tapi diam juga tidak akan membuatku tenang. Kuberanikan diri untuk bertanya siapa T bagi Sadam.
Dan dia hanya menjawab
"Tidak usah khawatir. dia cuma temen kok"

"Kalo cuma temen, tapi kok sampai segitunya?"

"Hunny, kamu cuma terlalu cemburu. Tenang saja yah.. Aku sayang kamu kok"

Kalo tidak salah, itulah yang dia ucapkan waktu itu kepadaku.

Aku tahu kok kalo (dulu) kamu sayang. Aku tahu sekali. Tapi bisakah sayangmu itu kau tunjukkan padaku saja? Bisakah tidak membuatku cemburu? Dan bisakah kau jaga cinta yang ku titip ini padamu?

Suatu hari, kucoba untuk melakukan pendekatan persuasif dengan T. Awalnya Sadam melarangku, takut aku mencari masalah. Tapi itu hanya sementara. Aku dan T ternyata bisa menjadi sangat akrab dalam waktu yang singkat.
Dia dengan jujur menceritakan  rasa sayang yang dia simpan untuk Sadam.
Aku hanya bisa diam dan tersenyum mendengarnya. T tahu pasti hubunganku dengan Sadam, tapi dia masih bisa dengan sangat terbuka kepadaku.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat itu.
Sebagai seorang wanita yang juga menyayangi Sadam aku sangat mengerti apa yang T rasakan. Waktu itu kubiarkan dia mencurahkan semua isi hatinya tentang Sadam. Tentang betapa dekat mereka berdua.
Jujur.. Saat itu aku merasa sakit dan bahagia dalam satu waktu yang sama. Sakit karna cemburu, dan bahagia karna kupikir jika suatu saat aku tak bisa lagi ada disisi Sadam, akan ada T yang membantunya untuk melupakanku.

Singkat cerita, kami bertiga hidup damai dalam situasi seperti ini. Sadam tentu saja menyadari perasaan T terhadapnya, tapi waktu itu dia selalu berusaha membuatku merasa bahwa hanya aku yang ada dihatinya.

"Sadam, aku tulus menyayangimu, tidak perduli betapa banyak orang yang menyayangimu, perasaanku tidak akan berubah. Tidak peduli kau juga sayang padaku atau tidak, aku akan tetap menyayangimu. Itulah sayangku"

"Jadi kau tidak perlu khawatir padaku. Aku baik-baik saja"

Sampai suatu saat,
Masalah kembali menerjang hubunganku dan Sadam, puluhan kali aku mencoba bertahan, tapi selalu saja usahaku dia hancurkan dengan sebuah kebohongan. Aku benci dibohongi.
Jika kau menyayangi T kenapa tidak kau katakan terus terang kepadaku?
Aku tidak akan marah.
J.U.J.U.R
Sesulit itukah?

Dan T,
bukankah kita sudah seperti saudara? Aku menganggapmu sebagai adikku. Adik yang sangat kusayangi. Begini caramu menyayangiku? Mengkhianati persaudaraan kita? aku harus bagaimana supaya kamu mengerti bahwa aku tidak akan membencimu jika saja kau jujur padaku?
T... Sadam..
Aku terluka.
Sakit.
Rasanya ada sebuah lubang dihatiku saat aku tahu kalian membohongiku.

7 September 2010 kita resmi Broke up.
Aku tidak menangis. Tidak sama sekali. Karna kupikir ini adalah yang terbaik.

Suatu malam,
seminggu setelah kita menjadi "teman" kau kembali datang membawa kejujuran yang selama ini kutuntut darimu.

"Aku sekarang berpacaran dengan T"

Bisa kah kau lihat hatiku saat itu? Bisa kau menepis air mata yang terus saja menghiasi pipiku?
aku tidak bisa lagi menahan semuanya. Kita mungkin saja cuma sebagai "teman" saat itu, tapi tahukah kau Sadam...
Kemarin,
seminggu yang lalu,
3 bulan yang lalu,
7 bulan yang lalu..
Perasaanku masih selalu sama dengan malam itu.
Terimakasih karna telah berani jujur padaku Sadam,
terimakasih karna kau masih menemaniku menangis malam itu.
Aku tahu, perasaan kita sama. TERLUKA.

Terluka karna tingkahmu yang selalu ingin membuatku bahagia, meskipun kebohongan yang menjadi alatmu.

Terimakasih.

Dan untukmu T,
Entah kenapa kau membenciku, aku tidak tahu apa salahku padamu. Cemburukah kau? Sakitkah kau saat tahu aku bersama kekasihmu malam itu? Lalu, bisakah kah kau berada di posisiku dik?
Tolong rasakan lelahku, rasakan sakitku, sebandingkah ?

Jangan diam. aku butuh jawabanmu dik.

Kini,
Sadam masih saja berkomunikasi denganku, menanyakan kabarku, dan bertanya apakah sudah ada yang menggantikan tempatnya dulu.

Tidak semudah yang kau lakukan Sadam. Tidak mudah menyembuhkan luka yang kau buat. Aku terlalu takut untuk kembali menemukan hati yang bisa aku singgahi.

Sadam, tolong sampaikan pada T,
aku masih menganggapnya adikku. Dia tetap disini. Dihatiku. sama sepertimu. Aku memaafkan kalian.
Sadam, tolong jaga hati T, jangan biarkan dia terjatuh karnamu. Dia adikku yang rapuh, tolong kuatkan dia.

Dan kau tidak usah khwatir padaku.
Aku baik-baik saja disini. Tananglah. ^_^