Laman

Semua Ini Tentang Ewi

Foto saya
Makassar, Makassar, Indonesia
Gadis dengan jilbab dikepalanya dan imajinasi tak terbatas di dalam pikirannya.

#1 Kehilangan

Beberapa tanda hastag yang diekori sebuah angka kedepannya akan menghiasi blogku ini, semuanya sebenarnya telah ku tulis di catatan facebook-ku.
Untuk yang satu ini, kutulis di 14 Juni 2011. Tentang seseorang yang ternyata kelak menjadi 'seseorang' bagiku. Dia yang katanya ingin pergi, ternyata datang kembali dengan begitu banyak cerita.

This is it::

Kehilangan akan membawa kita kembali ke sebuah awal pertemuan. Itu peraturan utamanya.
Seperti kemarin, hari ini dan mungkin besok, kamu, kamu, kamu dan lagi-lagi kamu mengatakan ingin pergi saja dari hidupku, katanya menyesal sudah mengenalku.
Aku sama sekali tidak mengerti, apa sebenarnya yang sudah kulakukan sampai kalian segitu tidak sukanya padaku.
Sebaik-baiknya manusia, pastilah ia pernah melakukan kejahatan, sepintar-pintarnya manusia, pasti ia pernah melakukan kebodohan. Bukankah kalian mengerti itu? Aku ini manusia biasa, tidak bisa menjadi sempurna seperti yang kalian mau. Tidak bisa menjadi terus-terusan baik dimata kalian. Ada kalanya pribadiku menjadi amat keras, manja lalu berubah menjadi lembut dan dewasa. Aku tidak berjalan di satu garis saja, tidak statis dalam satu nilai.
Pahami itu.
Kemarin, salah seorang disini ternyata me-remove namaku dari friendlist-nya lalu mengatakan bahwa ia tak ingin lagi mendapat gangguan apapun dariku.
Penyebabnya 1. Hal yang tidak mungkin kubeberkan disini.
Saya mengerti sekali hal itu. Mengerti bahwa mungkin Anda tersiksa dengan terus-terusan mendapat 'gangguan' ku.
Entah apa yang pernah kulakukan, entah bagaimana sikapku sampai Anda segitunya menginginkan saya pergi.
Kemari-kemarin, saya memaksa untuk tetap bertahan. Mengancam akan masuk lewat jendela jika Anda tidak membukakan pintu, dan akhirnya saya memang tetap terusir dari 'sana'
Ah.. tidak mengapa pikirku, toh saya sudah pernah berada disana. Suatu saat, entah kapan, kita akan kembali bertemuAku yakin itu, dan aku percaya bahwa waktu akan mampu mengobati semua luka yang timbul karenaku. Harapku, semoga saat kita telah bertemu lagi, luka itu telah sembuh, tidak berbekas, hingga tidak ada lagi hal yang bisa membuatmu pergi lagi.
Aku ingin berteman. Tidak ingin bermusuhan. tidak ingin dilupakan. Tidak ingin menjadi parasit. Itu saja.

picture from Tumblr

0 komentar:

Poskan Komentar