Laman

Semua Ini Tentang Ewi

Foto saya
Makassar, Makassar, Indonesia
Gadis dengan jilbab dikepalanya dan imajinasi tak terbatas di dalam pikirannya.

Semoga menjadi catatan terakhir tentangnya

Bismillah..
Hattchhinggg...hattchhingggggg....! *Alhamdulillah*
Cuaca di Makassar benar-benar labil sekarang. Dikit-dikit hujan, dikit-dikit terik. Dan parahnya lagi, kalo lagi hujan, biasanya hujannya bakal deras banget terus tiba-tiba hilang. Ih aneh banget deh. Ditempat kalian kayak gitu juga yah cuacanya? Atau cuma di Makassar doank?

Postingan kali ini semoga menjadi postingan terakhir tentangnya.
Sosok yang selama berbulan-bulan memenuhi hampir semua status jejaring sosialku. Sosok yang benar-benar mampu membuatku luluh. Dan dia telah berhasil membuatku merasakan penyesalan yang begitu dalam.
Tapi ternyata malam kemarin, semua anggapanku tentangnya SALAH BESAR!
Dia tidak seperti yang kukira. Benar kata teman-temanku, tidak seharusnya saya merasa bersalah padanya. Hampir 4 bulan saya terus saja bertanya dan mengira-ngira dimana letak kesalahanku. Untuk 4 bulan saya masih saja menangisi keputusanku karna pergi dari sisinya.
Dan kemarin, Allah menjawab semua kesabaranku. Allah sendiri yang memberikan jawaban untuk semua pertanyaanku. Sebuah kebenaran yang menyilaukan.
Kenapa malam itu ia tiba-tiba menghilang selama berhari-hari, dan anehnya keputusanku untuk meninggalkannya ia terima begitu saja. Semuanya terjawab sudah. Kesalahan yang tidak mungkin saya publikasikan disini, kesalahan yang membuat dia benar-benar pergi dariku. Oh Tuhan, dia bahkan tidak pernah berkata selamat tinggal padaku.
Mungkin inilah jalan yang telah Allah tentukan untuk saya. Allah ingin memberikan saya sebuah pelajaran berharga yang tidak bisa lagi saya tukar dengan aapapun. Allah ingin saya menjadi hambaNya yang kuat.
Terimakasih Ya Allah... Engkau selalu saja mempunyai cara untuk menyadarkan hambaMu yang tengin ini. Terimakasih, karna dibalik semua sikapku yang terkadang melupakanMU, Engkau masih mengingatku. Memelukku dalam kehangatanMU. Beruntunglah mereka yang bisa mengerti dengan caraMu memeluk mereka.
Oke. Cukup tentang Cemmo. Saya sudah bertekad untuk bersikap biasa tehadapnya, dan tidak lagi menyimpan harapan-harapan kosong untuknya. Sayang? Yah. saya masih begitu sayang dengannya. Bagaimanapun juga, sebesar apapun kesalahannya, dia tetap Cemmo yang sangat kusayangi. Tapi mungkin sekarang akan berbeda saja perspsi sayang untuknya.
Saya akan kembali menjadi 'Dewi'. Menjadi sinar yang dulu menerangi sekelilingku. Saya ingin kembali ke adik-adik binaanku yang dulu sempat saya abaikan karna menghindari sosoknya.
i have to move on. Berhenti terkunkung oleh satu sosok. Berhenti berputar-putar disekelilingnya.
Sesederhana itu dia, dengan semua itu bahkan sudah lebih dari cukup untuk membuatku luluh

0 komentar:

Poskan Komentar