Halaman

Semua Ini Tentang Ewi

Foto saya
Makassar, Makassar, Indonesia
Gadis dengan jilbab dikepalanya dan imajinasi tak terbatas di dalam pikirannya.

Hadija*

Bismillah...
Si kk Cemmo lagi naik mendaki [lagi]
huufftt..huuufftt.. HPq sepi. Duhai Tel**ms** n Indo*** kalo diatas Gunung,, sediain signal dunk.. kan jadi gak enak kalo gak ada kabar dari dia..
NB:Buat yg jealous gak usah baca,, hihih :p

Kk Cemmo..
Come home soon yah,,
Hati-hati disana,,

Uhh pengen cepet2 hari ahad
  

 *Hadija: Bukan nama ibu2 kompleks yah,, tp artinya :HAti-hati DI JAlan

Untuk mama

Bismillah...
ribuan kilo jalan yang kau tempuh

lewati rintang untuk aku anakmu

ibuku sayang masih terus berjalan

walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah



seperti udara... kasih yang engkau berikan

tak mampu ku membalas...ibu...ibu



ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

dengan apa membalas...ibu...ibu....



seperti udara... kasih yang engkau berikan

tak mampu ku membalas...ibu...ibu 
(Iwan Fals_IBU)

____________
Mama... 
Hari ini seluruh dunia sedang merayakan 'hari'mu.
Mama...
Aku tahu, engkau tidak akan sempat mengingat hari ini, jangankan hari ibu.. Hari lahirmu saja tidak pernah sekalipun kau menyinggungnya di depan kami, di depan anak2mu.

Dulu,,
Aku sering menangis dan protes dengan keadaanku.
Disaat teman2ku memiliki mama yang akan mengusap kepalanya saat ia tertidur,
Disaat mereka memiliki mama yang akan selalu mencium keningnya ketika mereka hendak keluar rumah
Aku cemburu mama.
Aku bahkan cemburu saat melihat mereka dimaki oleh sang mama.

"Ya Allah, apa mama sayang padaku?"

Pikirku saat itu.
Maafkan aku mama. Waktu itu aku masih belum bisa mengartikan kasih sayangmu.

Yahh.. aku memang tidak memiliki mama yang senantiasa mendampingiku,
aku memang tidak memiliki mama yang selalu mendengarkanku,
tapi,
aku memiliki doa mama.
Aku memiliki kasih sayang mama.
Aku memiliki pengorbanan mama.

Mama,,
Aku tahu, jarak yang terbentang diatara kita tidak akan mengurangi sedikitpun rasa cinta yang engkau miliki untukku.
Mama,
Jika saja nyawaku bisa membalas seluruh kasih yang engkau berikan,
Aku akan memberikannya untukmu. Seluruhnya untukmu mama.

Mama,
tenanglah, putrimu ini tidak akan mengeluh seperti dulu lagi,
tidak akan merengek-rengek agar kau cepat pulang. Tidak lagi mama.
Aku sudah mengerti bentuk cinta yang kau berikan.

Mama..
Aku sangat mencintaimu,
Yahh aku tahu cintaku padamu mungkin tidak sebesar cinta yang kau berikan padaku.

Cuap 20 Des '10

Semua orang bisa berbicara,
tapi tidak semua orang bisa sedikit meluangkan waktunya untuk sekedar
MENDENGAR

B'coz i care

Bismillah...
Bukan karena cinta aku menangis,,
SUNGGUH bukan karena itu.
__________
Aku disini seharusnya bisa tertawa lega sekarang karna tak lagi pusing memikirkan CG. Masalahku dengannya sudah teramat jelas. Lebih tepatnya kupaksakan hati untuk mengerti.
Dia memang tidak seharusnya disini, tempatnya bukan disini.
Kupikir selama setahun belakangan ini dia bisa belajar dari kesalahan yang dulu. Ternyata tidak. Dia semakin menjadi-jadi.
 Tuhan, semoga kelak dia bisa belajar dari kesalahannya yang telah lalu. Amin.
__________
 Disini, dikamar ini, tempatku meluapkan segala perasaan yang kumiliki.
Disini aku tertawa, tersenyum dan menangis.
Semuanya ada disini.

Belakangan ini masalah kembali menyapaku,
menundukkan hati dan membiarkanku semakin jatuh terpuruk dalam keheningan.
Biasanya akan selalu ada sahabat yang mendengarkanku, minimal bertanya tentang mataku yang terlihat sendu.
Tapi tidak kali ini.
Mereka mungkin sedang mengalami masalah. Dan tidak mungkin aku menambah beban dengan masalahku.
Aku teramat menyayangi mereka. SANGAT. Kubiarkan mereka bercerita kepadaku, berkeluh kesah tentang kisah mereka.
Ahh.. seandainya mereka tahu apa yang kualami sekarang, seandainya mereka mau sedikit memperhatikanku.
............
Sepertinya satu-satunya pilihan yang tersisa adalah menyimpan semuanya sendirian,
membiarkannya larut bersama waktu. Harus bagaimana lagi? Aku juga tidak mempunyai banyak pilihan.
Suka atau tidak, masalah itu harus kuhadapi sendirian.
"supaya kamu bisa sedikit lebih dewasa"
 kata seorang kakak padaku.

Yahh,, dia benar,
tidak seharusnya aku mengganggu kehidupan orang-orang terdekatku dengan masalah yang menimpaku.
Mereka juga punya masalah sendiri, mereka punya kehidupannya sendiri.
Tapi,
Untuk mereka, akan selalu ada aku yang mendengarkan mereka.
Meskipun aku tidak bisa menjanjikan untuk menyelesaikan masalah yang mereka punya,
tapi aku tidak akan membiarkannya sendiri menghadapi persoalan hidup mereka.

Dilema

Bismillah
Sekarang aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi.
Dia yang datang bersama kenangan yang lalu, tidak bisa segampang itu kuabaikan dan kutinggal pergi. Aku masih ingin dia tetap disini.
Dan bagaimana dengan dia yang sekarang mendampingiku?
Aku juga tidak bisa meninggalkannya,
aku ingin belajar menyayanginya, menerimanya dan aku tidak bisa melihatnya pergi dari sisiku.
Duhai hati...
Kepada siapa sebenarnya dirimu akan berpaling?
Dia atau diakah??

Atau mungkin tidak semuanya??

So Sad

Bismillah....
Seharusnya kamu tidak datang dan merusak semuanya.
Seharusnya hatiku saat ini merasakan ketenangan tanpamu, dan seharusnya aku tidak usah lagi mengingatmu.
KACAU.
Semuanya kembali kacau.
Perasaanku terhadapmu,
perasaanku untuknya,,
semuanya kacau.
Tolong, jangan kembali jika kau hanya ingin mengacaukan segalanya. Jangan kembali,
jangan membuatku menangis lagi.
Tolong...

Aku ingin hatiku tenang seperti dulu,
aku ingin hanya dia yang ada dipikiranku, jadi kumohon pergi dari pikiranku.
:(
Tuhan,
Kenapa Engkau membiarkan dia kembali datang disaat seperti ini?
Disaat aku telah bersama orang lain?
Apakah Engkau memang sengaja menunjukkanku bahwa dia memang tak bisa bersamaku lagi?
Tuhan,
buat aku mengerti dengan semua ini.
Harus bagaimana setelah ini? Haruskah kau kemabli kuletakkan di kotak masa laluku??
Aku ternyata masih butuh waktu untuk bisa total menerimamu sebagai temanku disini.
Tiap kali kulihat wajahmu, yang terkihat adalah bayangan masa lalu kita.
Sungguh, aku ingin melupakannya.
Tuhan,
Bantu aku untuk bisa keluar dari semua ini.
Biarkan aku dan kak Ian kembali tenang tanpa kehadiran orang lain diantara kami.